Legu Gam Moloku Kie Raha The Largest Royal Festival of Art, Culture and Tourism
Pilih Bahasa

 

SUSUNAN ACARA LEGU GAM MOLOKU KIE RAHA 2018
Susunan Acara Festival Legu Gam 2018
1. PRA LEGU GAM 2018 : JANUARI - FEBRUARI 2018
Pra Legu Gam digelar dalam bentuk workshop dan sosialisasi tentang seluruh materi acara yang digelar dalam Festival Legu Gam Moloku Kieraha tahun 2018.
Workshop dan sosialisasi ini dimaksudkan agar seluruh peserta dan masyarakat yang terlibat dalam Legu Gam, sudah memahami maksud dan tujuan secara mendetail dari setiap acara dalam kegiatan Legu Gam 2018.
- Launching dan press conference, di Jakarta
- Promosi dan publikasi event lewat media cetak, elektronik dan media sosial
(lokal, nasional dan internasional)
- Workshop bersama audiens yang terlibat dalam masing-masing item acara
(tata busana adat, filosofi dan tujuan ritual dan tradisi, kepastian jadwal acara dan tempat pelaksanaan, dll)
2. PAMERAN / EXPO : 25 MARET 2018 – 13 APRIL 2018
Lokasi : Dodoku Kapita Lau Ali
Pameran atau Expo Legu Gam 2018 merupakan media untuk mempromosikan produk produk unggulan dari setiap pengguna stand.
Peserta Expo Legu Gam 2018 ditargetkan dari :
a. Stand promosi pariwisata dan ekonomi kreatif dari Kabupaten / Kota se Provinsi Maluku Utara
b. Stand Perwakilan dari Empat Kesultanan di Maluku Utara
c. Stand dari TNI / Polri
d. Stand dari pelaku usaha Pariwisata di Maluku Utara
e. Stand dari paguyuban daerah se nusantara yang ada di Ternate
f. Stand dari perusahaan dan Perbankan Maluku Utara
g. Pedagang kaki lima
Pada Expo Legu Gam tahun 2018 nanti, akan ada penilaian stand terbaik, yaitu stand dengan sentuhan desain etnik lokal terbaik pada tampilan depannya.
Saat opening seremoni, seluruh peserta pengguna stand diwajibkan menggunakan pakaian adat nusantara.
3. TRADISI PAWAI OBOR GAM MA CAHAYA : 30-31 MARET 2018
Lokasi : Start/Finish di Kadaton Ternate
Waktu : 20.30 s.d 06.30 Wit
Rute : Keliling Pulau Ternate
Tradisi Pawai Obor Gam ma Cahaya saat Legu Gam 2018 dilaksanakan mengelilingi pulau Ternate, yang mengandung arti do’a dari rakyat yang mendiami pulau Ternate agar
kiranya terus dirahmati “cahaya kebenaran” dariNya, sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan kepada seluruh penduduk pulau ini, serta terhindar dari segala marabahaya. Tradisi Pawai Obor Gam ma Cahaya atau “Pawai Obor Cahaya Negeri” merupakan tradisi yang tetap terpelihara turun temurun hingga saat ini. Tradisi ini dimulai dengan berkumpulnya peserta pawai di halaman kedaton Kesultanan Ternate, untuk mengikuti prosesi pembakaran obor utama oleh Sultan Ternate. Setelah prosesi tersebut, peserta selanjutnya menyalakan obor seluruh peserta dan kemudian bersama sama membawa obor sebagai symbol “cahaya” tersebut mengelilingi Pulau Ternate hingga finish kembali di kedaton Kesultanan Ternate.
4. OPENING SEREMONI : 31 MARET 2018
Lokasi : Halaman Kedaton Kesultanan Ternate
Waktu : 15.30 s.d 17.30 Wit
Opening Seremoni atau Upacara Pembukaan dilaksanakan dalam bentuk prosesi budaya, laporan dan sambutan sambutan, pembukaan event dan atraksi budaya. Prosesi budaya akan menampilkan prosesi ritual “Kabasarang Uci” yang berarti turunnya keagungan. Atraksi budaya yang ditampilkan merupakan perform tarian daerah asli Maluku Utara. Dalam upacara pembukaan kali ini seluruh undangan diharapkan menggunakan Pakaian Adat Moloku Kie Raha dan Nusantara
5. LOMBA TARIAN GALA : 26 - 28 MARET dan 2 – 7 April 2017
Lokasi : Panggung Utama
Waktu : 16.00 s.d 17.30 Wit
Tarian Gala merupakan tarian khas Ternate. Tarian ini menggambarkan pergaulan muda mudi maupun orang tua dalam suasana yang gembira. Tarian ini biasanya ditarikan berpasangan. Lomba tarian Gala dengan batasan umur mulai 11 sampai 15 tahun, dan dibagi dalam babak penyisihan dan final.
6. LOMBA TARIAN SOYA SOYA : 26 - 28 MARET dan 2 – 7 April 2018
Lokasi : Panggung Utama
Waktu : 16.00 s.d 17.30 Wit
Tarian soya-soya merupakan tarian khas Moloku Kie Raha yang sudah sangat dikenal masyarakat di Provinsi Maluku Utara, Nasional dan internasional. Lomba tarian soya-soya dengan batasan umur maksimal 13 tahun ini dibagi dalam babak penyisihan dan babak final. Pada babak final, finalis wajib mementaskan 13 bunga soya-soya asli. 7. PANGGUNG BUDAYA : 26 MARET – 13 APRIL 2018
Lokasi : Panggung Utama
Waktu : 20.30 s.d 23.30 Wit
Panggung Budaya adalah pementasan kesenian daerah Maluku Utara di panggung utama Legu Gam. Pentas seni yang ditampilkan yaitu seni tari, seni vokal, seni musik, seni sastra, teater maupun parodi. Panggung budaya dipentaskan selama berlangsungnya pelaksanaan Festival Legu Gam 2018, dan dimulai pada pukul 20.30 Wit sampai 23.30 Wit Peserta panggung budaya terdiri dari sanggar sanggar, sekolah, komunitas, paguyuban dan lain-lain.
8. RITUAL FERE KIE : 12 APRIL 2018
Lokasi : Start/Finish di Pendopo Kedaton -> Puncak Gunung Gamalama
Waktu : 05.30 s.d 14.30 Wit
Ritual Fere Kie atau naik ke puncak Gunung Gamalama merupakan ritual adat yang bertujuan memohon keselamatan negeri. Ritual Fere Kie atau “Naik Gunung” ini dipimpin oleh bobato akhirat Kesultanan Ternate. Dimulai dari pendopo Kesultanan Ternate, menuju puncak gunung Gamalama, kemudian melaksanakan ritual pembacaan do’a kepada sang Khalik untuk keselmatan negeri dan anak cucu yang mendiami pulau Ternate.
9. RITUAL KOLOLI KIE MOTE NGOLO : 12 APRIL 2018
Lokasi : Start/Finish di Dermaga Dodoku Kapita Lau Ali
Waktu : 09.30 s.d 14.30 Wit
Ritual Kololi Kie Mote Ngolo merupakan ritual adat khas Kesultanan Ternate yang tetap terjaga turun temurun hingga saat ini. Kololi Kie Mote Ngolo yang berarti Keliling Gunung lewat laut ini bertujuan untuk memohon keselamatan negeri dan
seluruh penghuni negeri, agar terhindar dari marabahaya. Pelaksanaan Kololi Kie Mote Ngolo yaitu pada momen adat tertentu dan atau atas perintah Sultan sewaktu-waktu ketika negeri terancam murka dari Yang Maha Kuasa. Prosesi ritual ini dimulai saat Sultan dan para bobato (perangkat adat) dunia maupun
akhirat dari kadaton menuju pasukan kora-kora di Dodoku Kapita Lau Ali, di depan Kedaton Kesultanan Ternate. Rombongan ritual ini menggunakan perahu yang telah dihias dengan aturan susunan perahu yang sesuai adat Ternate, kemudian mengelilingi pulau Ternate. Di beberapa titik tertentu, rombongan akan berhenti dan memanjatkan do’a kepada sang Khalik. Rombongan dan Sultan akan merapat di pantai Akerica untuk melaksanakan ritual mengenang tibanya leluhur sang Sultan untuk pertama kali di Ternate, yaitu pantai Akerica. Setelah ritual di Akerica, rombongan kemudian menuju Dodoku Kapita Lau Ali untuk kembali ke Kadaton.
Halaman Berikut
Sejarah
Kesultanan Ternate Berita Terkini Tentang
Legu Gam Struktur Panitia
Legu Gam 2018 Hubungi Kami Tempat Wisata
Sekretariat :
Gedung Ngara lamo Kesultanan Ternate
Jalan Sultan Iskandar M. Djabir Sjah, Kelurahan Soa - sio, Ternate Utara
Ternate - Indonesia Contact Person : +62 852 4009 5757 +62 813 5554 1110
Email : info@legugamternate.com